![]() |
| Dialog Antar Ormas Islam Jawa Tengah |
Dakwah Jateng. Pimpinan Wilayah (PW) Wanita Islam Jawa Tengah menggagas sebuah acara Dialog Antar Ormas dengan Tema “Upaya Menyelamatkan Keluarga Dan Remaja Muslim Dari Liberalisme”,
dengan pembicara Ketua PW. Wanita Islam Dra.Nur Hidayati dan dari
Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Ratih Respatiyani, SE.Akt. Diskusi yang
bertempat di Aula TK Bhakti 2 Tlogosari ini dihadiri sekitar 20 peserta
perwkilan dari berbagai organisasi masyarakat diantaranya Muslimat NU,
Nasyiatul Aisyiah, Aisyiah, Salimah, Muslimah Hizbut Tahrir
(25/04/2015).
Pembicara pertama, Dra. Nur Hidayati menyampaikan presentasi yang
berjudul “Liberalisasi Mengancam Keluarga dan Generasi Muslim”. Nur
menyampaikan bahwa Liberalisme tengah berlangsung di negeri ini, mulai
dari liberalisasi perilaku, Liberalisasi Ekonomi, Liberalisasi budaya,
Liberlisasi Hukum, Liberalisasi Pemikiran, dll. Dengan adanya
liberalisasi inilah tampak rusaknya generasi. Salah satunya adalah
maraknya perilaku generasi muda yang amoral dengan meningkatnya seks
bebas di kalangan remaja. Belum lagi serangan KKG dan Feminisme yang
juga merupakan hasil dari liberalisasi pemikiran sehingga justru turut
merusak tatanan keluarga muslim saat ini. Begitu juga liberalisasi di
bidang ekonomi yang memaksa wanita menjadi tulang punggung yang terpaksa
menanggung beban keluarga. Oleh kerena itu, Nur mengajak seluruh ormas
Islam yang hadir untuk kembali kepada Syariah Islam serta mengambil
peran dalam menyelamatkan remaja muslim dari liberalisasi ini dengan
menyatukan langkah bersama dalam perjuangan ini.
Pembicara kedua, Ratih Respatiyani, SE.Akt dari Muslimah Hizbut
Tahrir yang menyampaikan materi dengan Tema “ Upaya Menyelamatkan
Keluarga Dan Generasi Dari Liberalisasi”. Pada kesempatan ini Ratih
menjelaskan bahwa Liberalisasi yang terjadi di negeri ini bukanlah
terjadi begitu saja atau kebetulan semata, melainkan terjadi secara
sistematik. Melalui PBB inilah proses penghancuran keluarga muslim
bermula. Dimana Indonesia akhirnya terjebak untuk menerima kesepakatan
dan dana yang diberikan oleh lembaga-lembaga dunia sehingga harus
mengikuti hasil rancangan mereka. Diantaranya adalah UU KKG yang
merupakan hasil ratifikasi dari CEDAW. Kemudian muncul di Indonesia CLD
KHI, UU PKDRT, UU Pornografi dan Pornoaksi, UU. No 23/1992 tentang
KESPRO, amandemen UU Perkawinan, dll. Pelaksaanaan dari berbagai UU
tersebut, menggunting ketaatan seorang muslim kepada Allah SWT,
tandasnya.
Oleh karena itu perlu ada upaya menyadarkan masyarakat masyarakat
terhadap serangan yang masif dan terstruktur ini dengan menjadilkan
Islam sebagai satu-satunya solusi. Yaitu menjadikan dalam keluarga
muslim bukan saja istri/suami yang sholih dan sholihah serta anak yang
sholih semata, namun juga mengupayakan adanya negara yang sholih, yang
dapat menjamin keberkahan umatnya. Di akhir pemaparannya Ratih menutup
dengan lantunan QS. Al Baqoroh, 208 dan mengajak para peserta untuk
menolak segala konsep yang bertentangan dengan Islam. Memberdayakan
masyarakat dengan tsaqofah Islam, juga mendukung dakwah yang bertujuan
untuk mengembalikan sistem Islam yaitu Khilafahsebagi wadah penerpan
Islam sebagai problem solving.
Peserta antusias terhadap pemaparan kedua pemateri. Para peserta juga
memberikan pernyataan dukungan dan perlunya sinergi untuk melakukan
pembinaan intensif terhadap para remaja dan generasi muslim dan edukasi
di tengah-tengah masyarakat agar terhindar dari liberalisasi tersebut.
Nur Hidayati selaku pembicara dari Wanita Islam juga mengharap agar
diskusi dan dialog tidak hanya berhenti sampai di sini saja melainkan
ada forum-forum lain dimana bisa dibahas permasalahan umat ini di
kemudian hari. Ratih juga menambahkan bahwa perubahan yang terjadi
dimanapun berada senatiasa diawali dengan dialog serta diskusi dan
melalui pemikiran. Maka forum-forum diskusi diperlukan untuk memperdalam
dan memperjelas bagaimana perubahan yang akan akan dilakukan bersama.
Sehingga perlu disepakati pertemuan selanjutnya dan merumuskan hasil
diskusi tersebut untuk dibawa kepada pemerintah sebagai wujud kepedulian
terhadap umat ini.

Posting Komentar